Rabu, 09 Juni 2010

Memilih Bisnis Perlu Ketekunan

Penulis : Bambang Suharno

Anda bingung memilih bisnis yang cocok? Sahabat saya yang bernama Utoro mengalami hal yang sama. Saya pun mengalaminya. Utoro adalah seorang karyawan sebuah perusahaan. Ingin sekali memiliki bisnis yang dikelola istrinya. Counter HP, minimarket, atau usaha pendidikan atau yang lainnya? Setelah bergabung menjadi anggota Indonesian Entrepreneur Society (IES) semakin banyak alternatif peluang bisnis yang ia pikirkan. Bagaimana memilihnya? Semuanya punya peluang baik dan semuanya punya resiko juga. Suatu hari ia bersama istri dan anaknya makan malam di sebuah warung makan soto semarang. Keluarga ini memang sudah langganan makan malam seminggu sekali di sana.

"Pa, buka warung soto semarang aja Pak, enak lho, aku senang mama juga senang," begitu tiba-tiba anaknya memberi usul.

"Aha, benar juga, kenapa tidak buka warung soto saja," katanya. Ternyata ide yang jitu datang dari anaknya yang masih sekolah dasar. Sejak itulah ia langsung action menyiapkan bisnis warung soto. Dan berhasil.

Untuk memilih sesuatu syaratnya harus ada yang dipilih dulu. Jadi kalau pilihannya hanya satu, itu bukan pilihan namanya. Kalau anda sudah punya pilihan, dan masih bingung mana yang cocok, teruskanlah untuk berusaha mengambil keputusan bisnis mana yang paling pas. Anda bisa melihat dari kemampuan modal anda. Jika masih bingung juga, anda dapat mulai melihat peluang pasarnya, manayang bisa dilakukan segera.

Masih bingung juga? Pertimbangkan masa depan bisnis pilihan anda. Misalkan bisnis wartel, kemungkinan prospeknya kurang baik dibanding yang lain. Wah. yang lain prospeknya bagus-bagus juga. Oke, pilih yang paling mudah anda lakukan. "Ah, susah juga"kata anda. Jangan menyerah. Tanya ke orang yang dekat dengan anda. Jika jawabannya negatif, stop dulu. Misalkan anda mendengar begini," Wah si A juga pernah punya usaha itu, bangkrut, si B punya usaha ini untungnya tipis, capek doang. Sudahlah, sebagai karyawan yang saja baik-baik, itu aman." Anda cari orang lain yang punya jam terbang bisnis yang baik. Jika langkah inipun masih belum menghasilkan, boleh anda buat undian saja. Anda ambil kertas, tulis jenis pilihan bisnis. Pejamkan mata, ambil salah satu, dan segera jalankan. Jangan tunda lagi.

Saya punya pengalaman juga ketika punya dua pilihan terhadap rumah saya, saya jual dan saya kontrakan. Awalnya saya menilai rumah saya untuk klinik atau Taman Kanak-Kanak.Saya tawarkan ke seorang dokter yang sudah menjadi langganan saya. Ia minat, tapi merasa belum saatnya pindah. Saya cari partner untuk mendirikan TK, belum ada yang minat juga. Saya teringat akan cita-cita saya untuk mendidik anak saya agar tahu entrepreneur sejak kecil. Saya cari, kira-kira bisnis apa yang akan menyenangkan anak saya yang baru mau lulus Sekolah Dasar. Akhirnya ketemulah gagasan membuat warnet.

Saya tanya pendapat dia bagaimana kalau lokasi tersebut untuk mendirikan warnet. Anak saya langsung bersemangat. Ia memberikan masukan mulai dari dekorasi, harga jual, promosi. Bahkan ia sudah menyebarluaskan informasi akan berdirinya warnet ke teman-temannya. Anak sayalah yang tahu jenis-jenis games online yang wajib ada di warnet, paket harga yang menarik bagi anak-anak, dan berbagai macam informasi perkembangan pelayanan warnet.Memilih bisnis pun perlu tekad dan ketekunan. Kalau tidak, banyak waktu yang akan terbuang. Yang akhirnya malah bisa berkesimpulan,"rasanya saya memang tidak punya bakat bisnis".Padahal bukan soal bakat, ketekunan anda saja yang tidak tahan diuji dengan pilihan-pilihan. Percayalah!***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar