Selasa, 25 Juni 2013

Menjalankan Startup Business Ternyata Lebih Susah Dibandingkan Running Business

Oleh: Laksita Utama Suhud - Businesswizards.biz

Yup.. sesuai dengan sebutannya.. Startup business memang sebuah business yang baru saja berdiri. Sebuah business yang baru saja muncul untuk menggarap sebuah peluang menjadi sebuah business yang menguntungkan dan bisa bertahan lama (suistanable business).
Nah.. artikel ini akan membahas tentang apa itu startup business secara umum. Agar para pemula tahu betul, apa yang akan mereka hadapi, saat mereka ingin menjalankan sendiri sebuah business milik  mereka nantinya.
Karena terus terang.. Banyak sekali para pebisnis pemula yang terjebak dalam euphoria entrepeneurship tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Malah akhirnya terjungkal jauh lebih cepat dari yang mereka perkirakan sebelumnya.

80% Startup Business Mati Di Tahun Pertama Mereka

Michael E. Gerber dalam bukunya E-Myth (Entrepreneur Myth) mengatakan, 80% startup business umumnya akan gagal dan mati di awal tahun pertama dimana business tersebut mulai didirikan.Sementara dari 20% yang tersisa.. 80%nya akan mati di tahun kelima sejak usaha mereka berdiri.

Artinya apa..?

Pada akhirnya, hanya akan tersisa 4% saja dari populasi business se angkatan yang berhasil bertahan dan tumbuh menjadi business-business baru yang sangat sukses.
Nah.. Usut punya usut nich.. Ternyata angka prosentase yang di sebutkan oleh Michael E. Gerber dalam bukunya tersebut hanyalah angka imaginer yang dia dapatkan dari sebuah prinsip universal yang sangat terkenal dengan sebutan PARETO prinsip (prinsip 80/20). Mungkin dari Anda sudah banyak yang mengenal Pareto Principe ini.

Walaupun prosentase tersebut adalah angka imaginer, tetap saja angka prosentase ini menunjukkan sebuah kecenderungan universal. Bahwa 80% dari populasi Startup Business memang sangat rentan untuk gagal.

Nah.. Sengaja saya susun artikel pendek ini, untuk memberikan ulasan secara umum bagi Anda. Mengapa sebuah startup business sangat rentan sekali gagal. Bahkan jika Anda sebelumnya sangat berpengalaman dalam menjalankan sebuah business milik orang lain sekalipun.

Semua Startup Business, Sangat Rentan Terhadap Kegagalan

Berbeda dengan business yang sudah berjalan… Startup Business adalah business yang baru saja berdiri.. Business yang baru kemaren sore lahir.. alias baru saja dimulai..
Ibarat kecambah pada tanaman. Pada fase ini, sebuah business sedang berusaha menancapkan akarnya ke dalam tanah untuk bisa bertahan. Mencari sumber makanan secepatnya dan setelah itu baru mencoba untuk bisa tumbuh. Dan tentu saja dalam kondisi seperti ini, mereka masih sangat rapuh.
Dalam fase ini, sebuah usaha selalu dihadapkan pada kondisi yang sangat tidak ideal.

Pemasukan belum ada.. Tapi argometer pengeluaran sudah berjalan terus tanpa pernah bisa di hentikan lagi.

Sebuah kondisi yang tidak saja membutuhkan kejelian dan kejernihan berpikir bagi pemilik businessnya dalam mengambil setiap keputusan dan tindakan. Tetapi juga stamina mental yang luar biasa dalam menghadapi segala macam tekanan yang muncul secara bersamaan.
Bagi seorang pebisnis profesional. Tentu saja mereka sudah sangat terlatih sebelumnya dalam menentukan prioritas dan mengambil tindakan terpentingnya, untuk membuat business baru mereka, segera bisa bertahan secepatnya dan tumbuh. Pengalaman berkali-kali dalam mendirikan business sebelumnya telah mengajarkan banyak hal kepada mereka.. Apa yang harus  mereka lakukan, dan apa yang harus mereka hindarkan.
Tetapi, bagaimana dengan pebisnis pemula yang tidak tahu apa-apa mengenai strategi paling aman dalam memulai sebuah business. Mereka umumnya bergerak tanpa petunjuk yang memadahi. Bahkan cenderung tanpa arah yang jelas alias NGAWUR..
Dengan segera mereka menghabiskan cadangan dana segar yang mereka punyai, justru untuk post-post pengeluaran yang akan semakin membebani pengeluaran rutin mereka, tanpa pernah bisa menggaransi datangnya pemasukan bagi mereka secepatnya. Dan akhirnya.. mereka dengan segera kehabisan uang cash mereka sebelum mereka sempat membuatnya bisa tumbuh.

Sasaran Utama dalam Membangun Sebuah Busines Baru

Apapun bidang businessnya, semua business baru selalu mempunyai kesamaan agenda yang harus segera mereka selesaikan secepatnya. Yaitu, membukukan pemasukan secepatnya dalam jumlah yang cukup besar. Agar business tersebut dengan segera menutup semua pengeluaran rutin mereka dengan dana yang berhasil mereka kumpulkan dari penjualan yang mereka hasilkan.
Hal ini ditujukan, agar business tersebut tidak lagi berjalan hanya dengan mengandalkan cadangan dana segar yang masih tersisa pada saat pendiriannya. Tetapi juga bisa secepatnya membuat cadangan dana segar yang mereka miliki semakin lama, semakin besar dan semakin kuat.

Semua business yang berhasil, selalu di tandai dengan angka penjualan mereka yang tinggi (High Sales).. Sementara semua business yang gagal, selalu ditandai dengan sangat rendahnya angka penjualan mereka (Low Sales).

Semua business yang berhasil selalu di tandai dengan tingginya kesibukan mereka dalam melayani penjualan yang mereka hasilkan. Sementara semua business yang gagal, selalu di tandai dengan tingginya kesibukan mereka untuk  menjual semua asset yang bisa mereka gunakan, untuk sekedar menutup pengeluaran rutin bulanan mereka.
Dan memang kondisi High Sales inilah yang selalu menjadi agenda utama dalam mendirikan sebuah business baru. Apapun bidang businessnya. Mendapatkan kondisi High Sales secepatnya, sehingga business mereka bertahan dan tumbuh secepatnya juga. Adalah pekerjaan rumah yang harus di selesaikan secepatnya oleh pemilik business tersebut.

Sebagai Pemilik Business,
Semua Tanggung Jawab Ada dipundak Anda.

Salah satu alasan seseorang ingin mendirikan sendiri sebuah business adalah kebebasan. Bebas kemana saja, bebas jam kerja, bebas secara keuangan.. bebas membeli apapun yang mereka inginkan dan kebebasan-kebebasan lainnya yang menjadi impian mereka.
Sayangnya, sukses seperti halnya makan di buffet restaurant. Anda bayar dulu harga mahal yang Anda telah sepakati, setelah itu baru Anda boleh makan sepuasnya..
Dalam mengawali sebuah business,semua kebebasan yang Anda dambakan.. Nyaris tidak akan Anda dapatkan di awal berdirinya business tersebut. Anda harus bangun lebih pagi dari orang lain, dan istirahat jauh lebih malam dari orang lain, untuk mendapatkan kebebasan yang Anda inginkan tersebut.
Artinya.. Anda harus bekerja keras siang malam terlebih dulu untuk membuat business Anda sanggup bertahan secepatnya. Baru setelah itu tumbuh dan mulai menghasilkan seperti harapan Anda. Dan setelah itu baru Anda baru akan mendapatkan kebebasan seperti yang Anda inginkan.
Nah.. tentu saja kondisinya sangat jauh berbeda dibandingkan jika Anda bekerja kepada orang lain. Pada saat semua hal selalu ada rekan-rekan Anda lainnya yang bertanggung jawab.
Dalam memulai sebuah business. Semua hal tiba-tiba saja menjadi tanggung jawab Anda. Jika tadinya Anda tidak perlu peduli apakah ada penjualan atau tidak pada saat Anda menjadi seorang pegawai.. toch tetap saja Anda akan menerima gaji di setiap akhir bulan. Tetapi begitu menjadi seorang pebusiness. Ada atau tidak ada penjualan… Anda harus bertanggung jawab untuk membayar pegawai Anda tepat waktu.

Di awal mulai berdirinya business Anda.
Bukan tidak mungkin pegawai Anda di akhir bulan pulang membawa gaji. Sementara Anda pulang membawa tambahan beban hutang dan daftar tagihan-tagihan yang harus Anda bayar.

Itu sebabnya, bahkan jika Anda awalnya adalah seorang executive yang handal sekalipun di perusahaan Anda bekerja sekarang. Peluang gagalnya Anda saat mendirikan usaha Anda sendiri masih sangat besar.Karena pada saat itu Anda belum terbiasa berpikir sebagai pebisnis.. Anda masih terbiasa berpikir sebagai pegawai. Semua masalah akan menjadi tanggung jawab Anda seorang diri pada saat yang bersamaan.
Pada fase ini, semua tindakan harus dilakukan dengan sangat hati-hati sekali.. Karena salah dalam mengambil tindakan, maka dengan segera, dana segar yang tersisa dan sudah sangat pas-pasan dalam business tersebut, akan dengan mudah berpindah ke rekening orang lain tanpa pernah bisa dicegah dan diminta lagi.
Salah dalam penentuan sumber daya manusia misalkan, bukannya anak buah yang didapatkan, tetapi beban baru yang akan semakin memberatkan perusahaan tersebut dalam melangkah dan potensi musuh dalam selimut seiring dengan tumbuhnya kekecewaan para staff Anda dengan lambannya pertumbuhan usaha Anda yang tidak sesuai dengan harapan mereka.
Masih belum adanya tim yang solid serta keterbatasan dana yang ada, membuat pemilik business yang baru saja berdiri terpaksa harus merangkap banyak sekali pekerjaan. Mulai dari direktur, sampai tukang ngepel terpaksa harus ditangani..Tanpa pengetahuan yang memadahi, pemilik business baru selalu akan terjebak dalam rutinitas yang salah, yang justru akan memperburuk keadaan business barunya. Dan itulah sebabnya, startup business sangat rentan untuk jatuh dan gagal..

Bahkan Charles Michael Schwab Pun Kerepotan

schwabJika Anda seorang pemula, tentu saja Anda tidak perlu khawatir. Bahkan seorang jagoan business sekelas Charles Michael Schwab (mantan CEO American Steel) dan pemilik Betlehem Steel (salah satu industri baja terbesar di Amerika) juga mengalaminya.
Walaupun Schwab berhasil membuat American Steel menjadi raksasa industri baja nomor satu dunia saat menjadi CEO perusahaan tersebut. Tetapi pada saat dia mendirikan sendiri pabrik bajanya yang bernama Betlehem Steel, Schwab ternyata juga menghadapi kerepotan luar biasa dalam mengawalinya. Jauh di luar bayangan yang pernah dia perkirakan sebelumnya.
Walaupun akhirnya dia bisa menyelesaikan problem di awal usaha barunya dengan bantuan seorang konsultan business dan management bernama Ivy Lee yang sangat luar biasa. Tetap saja sebuah Startup Business butuh perhatian dan ilmu khusus dalam menjalaninya.

Mengapa Kebanyakan Ilmu di Kampus Tidak Applicable Bagi Sebuah Startup Business?

Kondisi sebuah Startup Business selalu dalam keadaan yang tidak ideal di awal pendiriannya. Apapun businessnya. Semua hal masih belum berjalan normal. Baik itu penjualan, organisasi, product, pemasaran dan urusan-urusan lainnya.
Sementara kebanyakan ilmu business yang Anda pelajari di kampus Anda, umumnya baru effective jika di gunakan dalam sebuah organisasi business yang sudah berjalan normal. Ilmu yang Anda pelajari di kampus lebih banyak digunakan untuk mengoptimalkan sebuah proses business yang sudah berjalan normal.
Sementara pada kasus startup business. Semua hal baru saja dimulai dan business tersebut baru saja mencari bentuk yang paling pas bagi mereka untuk bergerak dan beraktifitas .. Mereka sedang sibuk untuk bertahan secepatnya agar tidak keburu jatuh tersungkur dan bangkrut.. Mereka sedang sibuk-sibuknya mencari mekanisme bertahan paling effective bagi usaha mereka.
Jadi… boro-boro harus berbenah.. bertahan saja mereka masih belum tentu sanggup dalam 1 atau 2 bulan ke depan.

Benteng finansial sebuah usaha baru

Oleh: Laksita Utama Suhud - Businesswizards.biz


Bisnis baru hanya akan sanggup bertahan bila pemasukan yang dihasilkan minimal sama dengan pengeluaran setiap bulannya.

Oleh karena itu .. Anda butuh suatu produk yang bisa di jual secepatnya…. sesuatu yang sangat mudah diserap oleh pasar… sesuatu yang sangat-sangat dibutuhkan oleh pasar…
Saya akan mengenalkan kepada Anda sebuah strategi kuno tentang seni bertahan dan tumbuh bagi start-up bisnis.. yang saya sebut dengan strategi Financial Castle.. walaupun kuno dan lambat.. tapi boleh percaya boleh tidak.. inilah strategi paling aman dalam memulai sebuah bisnis…
Strateginya adalah.. Cari.. product apa  saja yang paling dibutuhkan oleh pasar dalam jumlah besar dan terus menerus…. yang Anda bisa penuhi .. dengan segala kelebihan yang dimiliki oleh bisnis Anda…. dan fokuskan activitas Anda di sini terlebih dulu…
Berinvestasi-lah disini terlebih dahulu… sampai Anda bisa mendapatkan pelanggan dalam jumlah yang cukup untuk membuat pemasukan RUTIN dari penjualan kelompok product tersebut .. sampai kondisi keuangan Anda akhirnya selalu surplus… selalu ada lebihan setiap bulannya…
MEngapa Anda harus fokus disii terlebih dulu..? Karena Anda harus mempunyai sumber pemasukan secepatnya bagi bsnis Anda. Kalau perlu .. pagi ini usaha Anda dibuka.. hari itu juga Anda sudah mendapatkan pemasukan dari penualan product-product yang ditawarkan oleh bisnis Anda.
Walaupun marginnya mungkin sangat tipis, tetapi setidaknya product-product semacam ini, sangat mudah dijualnya.. Selain juga sangat mudah membawa pembeli baru yang berpotensi untuk menjadi pelanggan bagi bisnis baru Anda.
Ingat, semua bisnis selalu membutuhkan pelanggan yang membeli dari mereka dalam jumlah besar untuk bisa bertahan dan tumbuh. Dengan memulai dari product yang banyak dibutuhkan oleh banyak orang, maka business Anda berpotensi mengumpulkan pelanggan lebih banyak lagi.
Dari keuntungan kelompok product pertama tersebut… Sisakan secukupnya untuk mulai berinvestasi dan bermain di kelompok produk kedua yang juga sangat-sangat di inginkan oleh pasar… dan Anda mampu untuk memenuhi dan menggarapnya…
Sama seperti product sebelumnya….. Bermain di dalamnya… sampai akhirnya product ini sudah mulai menghasilkan pendapatan rutin dengan profit yang surplus…
Dari keuntungan kelompok product pertama dan kedua… Sisihkan secukupnya untuk berinvestasi dan bermain di kelompok produk ketiga yang tentu saja juga sangat di butuhkan oleh pasar .. Demikian seterusnya .. dan seterusnya…. dan seterusnya…. Sampai akhirnya bisnis Anda mempunyai beberapa kelompok produk andalan yang sanggup membuat usaha Anda surplus terus menerus setiap bulannya…
Memang sich.. denga cara ini akan dibutuhkan sedikit kesabaran… Tapi boleh percaya boleh tidak… inilah cara paling aman bagi Anda sebagai pebisnis pemula untuk bisa membuat bisnis Anda bertahan dan tumbuh…
Dengan metode ini.. Anda akan mendapatkan pemasukan secepatnya untuk bisnis Anda.. dan memasuki tahapan .. atau zona aman pertama dalam bisnis Anda.. tahapan aman kedua.. tahapan aman ketiga.. dan seterusnya… sampai akhirnya pondasi keuangan Anda betul-betul kokoh untuk masuk ke dalam tahapan yang jauh lebih menjanjikan lagi..
Yang perlu di camkan disini…
Semua start-up Business selalu terbatas cadangan keuangannya… Jaga pengeluarannya seketat mungkin… Dan perbesar sumber-sumber pemasukan business Anda melalui penjualan product-product yang gampang dijual.
Yaitu kelompok product yang sangat dibutuhkan oleh pasar dalam jumlah besar…. Sehingga tidak terlalu dibutuhkan keterampilan tiggi untuk menjualnya, Sebagai alat pemasukan secepatnya bagi business Anda… Product-product ini, akan maggaransi bisnis Anda akan mendapatkan transaksi pada hari yang sama saat usaha Anda baru dimulai.

Iklan gratisan vs iklan berbayar

Oleh: Laksita Utama Suhud - Businesswizards.biz

Mana yang lebih baik dalam beriklan. Iklan yang gratisan atau yang berbayar ?
OK, saya akan langsung kupas. Satu prinsip yang selalu saya pegang kuat-kuat adalah. Tidak ada yang GRATIS didunia ini. Kalau sebuah media menawarkan hal-hal yang gratis, maka sudah bisa dipastikan ada sumber-sumber pemasukan yang dia dapatkan dari menggratiskan media spacenya.
Kalau sebuah space iklan di gratiskan, maka jawabannya sudah bisa dipastikan, media tersebut tidak banyak yang mengaksesnya. Kalau media tersebut sudah mulai banyak pengaksesnya, maka sudah bisa dipastikan media tersebut tidak bakalan digratiskan lagi. Mengapa banyak website menawarkan space iklan gratis ? Pasti karena website tersebut sepi pengunjung. Coba kalau website tersebut sudah ramai pengunjung seperti detik.com yang visitornya bisa mencapai angka jutaan pengunjung setiap bulannya. Pasti memasang banner iklan di website tersebut akan membuat kita membayar puluhan hingga ratusan juta per bulannya.
Kembali kepada pertanyaan, lebih baik mana media iklan yang gratisan atau yang berbayar ?
Media iklan yang murah atau yang mahal ?
Sebelum saya jawab, saya akan bertanya terlebih dulu ?
Apa tujuan kita beriklan ?.. Pasti untuk meningkatkan penjualan kita bukan ?
Dan seperti halnya memancing ikan. Iklan kita hanyalah umpan agar pasar mau membeli dari kita. Sebagus apapun umpannya, kalau dilempar di kolam yang salah, maka jangan berharap kita akan mendapatkan ikan yang kita harapkan.
Walaupun umpan yang kita racik sangat luar biasa diminati oleh ikan tuna. Tetapi ketika kita lempar umpan tersebut ke kolam ikan mas, sudah bisa dipastikan, walaupun Anda menungguinya sampai berbulan-bulan, umpan tersebut tidak bakalan disambar oleh ikan tuna yang Anda harapkan. Karena kita melemparnya di kolam yang salah..
Begitu juga dengan racikan umpan ikan mas yang sangat berhasil misalkan. ketika umpan tersebut dilempar di kolam yang dipenuhi dengan ikan baronang yang notabene hanyalah ikan herbivore, maka juga bisa dipastikan tidak ada satu ikan mas pun yang berhasil kita tangkap..
Nah itulah yang terjadi dengan media iklan. Ibarat kolam ikan yang akan kita pancing, jika kolam tersebut tidak berisi ikan-ikan yang kita harapkan mau menyambar umpan kita, maka iklan kita di media tersebut juga tidak akan menghasilkan angka penjualan seperti yang kita harapkan.
Umpan yang bagus dalam sebuah iklan, tentu akan diresponse sangat luar biasa oleh pasar ketika umpan di dalam iklan tersebut dilemparkan ke media yang tepat dimana selalu berkumpul pasar yang dibidik oleh iklan itu.
Dalam beriklan, kita hanya perlu menjadi pemancing yang jauh lebih handal dibandingkan puluhan bahkan ratusan pemancing di sebelah kanan kiri kita untuk menangkap dan mengangkat ikan lebih benyak dari mereka. Begitu juga dalam beriklan, kita hanya perlu lebih handal dalam merancang umpan dan tahu kapan harus melemparkan umpan tersebut dalam bentuk iklan, di media mana umpan tersebut harus dilempar, dan bagaimana kita menggerakkan umpan tersebut untuk menarik perhatian ikan yang ada di kolam tersebut, lebih baik dari para pemancing lainnya. Sehingga seketat apapun persaingan yang ada didalam bisnis yang kita jalani. Selama iklan-iklan kita lebih tepat sasaran. Maka kita akan selalu mendapatkan angka penjualan lebih tinggi dibandingkan para pesaing kita.
Dengan cara ini, iklan-iklan yang saya buat, 80% selalu menghasilkan ledakan penjualan dalam hitungan menit sejak iklan tersebut dilemparkan di media-media tempat berkumpulnya pasar yang saya bidik dengan iklan-iklan saya. Dan itulah yang membuat saya tidak pernah gentar dalam menghadapi persaingan bisnis.
Selama saya bisa mengenali pasar, meracik umpan yang pasti disambar oleh mereka, serta  melemparkannya di media yang tepat dan memainkannya lebih baik dibandingkan para kompetitor saya. Maka saya selalu mendapatkan angka penjualan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan para pesaing saya. Tentu saja dengan biaya yang jauh lebih rendah karena effectivitas iklan saya setiap kali dilemparkan kepasar.
Bagaimana dengan medianya ?
Saya nggak peduli dengan media yang saya gunakan dalam beriklan. Kalau dalam perhitungan saya media tersebut terbukti dipenuhi oleh pasar yang saya bidik, nggak ada masalah kalau saya harus membayarnya sedikit lebih mahal untuk melemparkan iklan saya disana untuk memancing ikan-ikan yang di dalamnya untuk menyambar umpan saya. Karena semakin banyak pasar yang saya bidik berkumpul mengakses media tersebut. Maka semakin banyak dan cepat saya membukukan penjualan dari produk yang saya iklankan setiap harinya.
Buat apa juga saya beriklan gratis, kalau ditempat tersebut sama sekali tidak terdapat komunitas pasar yang saya dibidik ada di sana.

Memulai bisnis sebaiknya dari mana?

Oleh: Laksita Utama Suhud - Businesswizards.biz

Banyak sekali pertanyaan yang masuk ke inbox facebook saya menanyakan.. Pak Laksita, darimana sebaiknya kami memulai sebuah bisnis. Soalnya kalau ngelihat referensi yang ada.. hampir semua literatur yang saya baca kok merujuk kepada business plan terlebih dulu.. Menurut pak Laksita.. ada tidak cara cepat yang bisa kami lakukan.. ?
OK.. saya akan coba jawab dari perspective saya.. Bisnis adalah : “Permainan paling sederhana untuk membuat uang kita tumbuh-dan tumbuh dengan cara membantu menyediakan solusi yang lebih baik bagi kebutuhan dan masalah yang mereka hadapi”. Artinya, semua bisnis selalu bermuara dari penyediaan solusi yang lebih baik bagi masalah yang dihadapi oleh pasar. Bisnis selalu tumbuh dan berkembang dimana ada masalah..
Peluang BISNIS selalu ada dimana-mana, selama di dalam kehidupan masyarakat kita selalu ada MASALAH.. maka disitulah peluang bisnis ada bagi kita untuk menyediakan SOLUSI bagi masalah tersebut, dimana pasar mau membayar untuk SOLUSI tersebut..
Nah… kembali kepada.. darimana sebaiknya kita memulai bisnis baru kita ? Kalau saya.. saya akan mulai dengan mengenali masalah apa saja yang dihadapi oleh masyarakat sekeliling kita, yang bisa saya bantu pemecahan masalahnya… dimana mereka mau membayar dengan harga yang saya tetapkan atas solusi yang bisa saya tawarkan kepada mereka untuk mengatasi masalah tersebut…
Berapa banyak orang yang tidak punya waktu untuk memasak bagi keluarga mereka ? Inikan masalah.. ? Solusinya apa ? catering… depot makanan.. warung makanan.. sampai home delivery services untuk makanan yang bisa dipesan…
Berapa banyak orang yang punya masalah saat menjalankan komputer mereka ? inikan juga masalah buat mereka.. Apa solusinya.. ? Kursus komputer.. in house training… atau buat software pembelajaran aplikasi-aplikasi komputer secara mandiri..
Berapa banyak orang yang punya masalah dengan mobil kotor mereka ?… Apa solusinya… ? Dengan berbekal high presure water washer seharga 1 – 5 juta.. kita sudah bisa buat jasa pencucian kendaraan dihalaman rumah kita…
Berapa banyak tetangga kita yang butuh pulsa.. tapi males keluar buat top-up ? Apa solusinya… Ya jual aja pulsa kemereka dengan hanya tinggal telpon atau sms.. maka pulsa akan terkirim.. dan besok tagih pembayarannya..
dimana ada masalah.. disitulah sebuah peluang  bisnis yang siap untuk digarap..

Dan coba Anda amati.. semua bisnis yang masih bisa tumbuh dan berkembang saat ini.. pasti bisnis yang masih bisa menyediakan solusi bagi masalah yang dihadapi oleh pasar.. lebih baik dari solusi-solusi yang ada sebelumnya.. Kemana perginya pager ? kemana perginya radio-radio dan tape recorder ? Hilang dari pasaran… ? Mengapa… ? Karena mereka rtidak bisa bersaing lagi dengan gadget bernama mobile phone.. dimana semua fungsi pager.. radio.. walkman.. digabung jadi satu perangkat … yang namanya handphone… sebentar lagi bisa dilihat juga.. kemana perginya handphone conventional.. yang pasti akan segera hilang tergantikan dengan kehadiran smartphones yang jauh lebih canggih dan murah…
Jadi kalau ditanya.. darimana sebaiknya kita memulai bisnis.. ? Mulailah dengan mengenali masalah yang dihadapi oleh banyak orang disekeliling kita.. siapa yang sudah berhasil menyediakan solusinya.. dan seberapa bagus solusi lebih yang bisa kita tawarkan.. untuk merebut pasar yang ada…
Tetap semangat.. and always be positive..