Selasa, 25 Juni 2013

Iklan gratisan vs iklan berbayar

Oleh: Laksita Utama Suhud - Businesswizards.biz

Mana yang lebih baik dalam beriklan. Iklan yang gratisan atau yang berbayar ?
OK, saya akan langsung kupas. Satu prinsip yang selalu saya pegang kuat-kuat adalah. Tidak ada yang GRATIS didunia ini. Kalau sebuah media menawarkan hal-hal yang gratis, maka sudah bisa dipastikan ada sumber-sumber pemasukan yang dia dapatkan dari menggratiskan media spacenya.
Kalau sebuah space iklan di gratiskan, maka jawabannya sudah bisa dipastikan, media tersebut tidak banyak yang mengaksesnya. Kalau media tersebut sudah mulai banyak pengaksesnya, maka sudah bisa dipastikan media tersebut tidak bakalan digratiskan lagi. Mengapa banyak website menawarkan space iklan gratis ? Pasti karena website tersebut sepi pengunjung. Coba kalau website tersebut sudah ramai pengunjung seperti detik.com yang visitornya bisa mencapai angka jutaan pengunjung setiap bulannya. Pasti memasang banner iklan di website tersebut akan membuat kita membayar puluhan hingga ratusan juta per bulannya.
Kembali kepada pertanyaan, lebih baik mana media iklan yang gratisan atau yang berbayar ?
Media iklan yang murah atau yang mahal ?
Sebelum saya jawab, saya akan bertanya terlebih dulu ?
Apa tujuan kita beriklan ?.. Pasti untuk meningkatkan penjualan kita bukan ?
Dan seperti halnya memancing ikan. Iklan kita hanyalah umpan agar pasar mau membeli dari kita. Sebagus apapun umpannya, kalau dilempar di kolam yang salah, maka jangan berharap kita akan mendapatkan ikan yang kita harapkan.
Walaupun umpan yang kita racik sangat luar biasa diminati oleh ikan tuna. Tetapi ketika kita lempar umpan tersebut ke kolam ikan mas, sudah bisa dipastikan, walaupun Anda menungguinya sampai berbulan-bulan, umpan tersebut tidak bakalan disambar oleh ikan tuna yang Anda harapkan. Karena kita melemparnya di kolam yang salah..
Begitu juga dengan racikan umpan ikan mas yang sangat berhasil misalkan. ketika umpan tersebut dilempar di kolam yang dipenuhi dengan ikan baronang yang notabene hanyalah ikan herbivore, maka juga bisa dipastikan tidak ada satu ikan mas pun yang berhasil kita tangkap..
Nah itulah yang terjadi dengan media iklan. Ibarat kolam ikan yang akan kita pancing, jika kolam tersebut tidak berisi ikan-ikan yang kita harapkan mau menyambar umpan kita, maka iklan kita di media tersebut juga tidak akan menghasilkan angka penjualan seperti yang kita harapkan.
Umpan yang bagus dalam sebuah iklan, tentu akan diresponse sangat luar biasa oleh pasar ketika umpan di dalam iklan tersebut dilemparkan ke media yang tepat dimana selalu berkumpul pasar yang dibidik oleh iklan itu.
Dalam beriklan, kita hanya perlu menjadi pemancing yang jauh lebih handal dibandingkan puluhan bahkan ratusan pemancing di sebelah kanan kiri kita untuk menangkap dan mengangkat ikan lebih benyak dari mereka. Begitu juga dalam beriklan, kita hanya perlu lebih handal dalam merancang umpan dan tahu kapan harus melemparkan umpan tersebut dalam bentuk iklan, di media mana umpan tersebut harus dilempar, dan bagaimana kita menggerakkan umpan tersebut untuk menarik perhatian ikan yang ada di kolam tersebut, lebih baik dari para pemancing lainnya. Sehingga seketat apapun persaingan yang ada didalam bisnis yang kita jalani. Selama iklan-iklan kita lebih tepat sasaran. Maka kita akan selalu mendapatkan angka penjualan lebih tinggi dibandingkan para pesaing kita.
Dengan cara ini, iklan-iklan yang saya buat, 80% selalu menghasilkan ledakan penjualan dalam hitungan menit sejak iklan tersebut dilemparkan di media-media tempat berkumpulnya pasar yang saya bidik dengan iklan-iklan saya. Dan itulah yang membuat saya tidak pernah gentar dalam menghadapi persaingan bisnis.
Selama saya bisa mengenali pasar, meracik umpan yang pasti disambar oleh mereka, serta  melemparkannya di media yang tepat dan memainkannya lebih baik dibandingkan para kompetitor saya. Maka saya selalu mendapatkan angka penjualan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan para pesaing saya. Tentu saja dengan biaya yang jauh lebih rendah karena effectivitas iklan saya setiap kali dilemparkan kepasar.
Bagaimana dengan medianya ?
Saya nggak peduli dengan media yang saya gunakan dalam beriklan. Kalau dalam perhitungan saya media tersebut terbukti dipenuhi oleh pasar yang saya bidik, nggak ada masalah kalau saya harus membayarnya sedikit lebih mahal untuk melemparkan iklan saya disana untuk memancing ikan-ikan yang di dalamnya untuk menyambar umpan saya. Karena semakin banyak pasar yang saya bidik berkumpul mengakses media tersebut. Maka semakin banyak dan cepat saya membukukan penjualan dari produk yang saya iklankan setiap harinya.
Buat apa juga saya beriklan gratis, kalau ditempat tersebut sama sekali tidak terdapat komunitas pasar yang saya dibidik ada di sana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar