Selasa, 25 Juni 2013

Belajar dari HONDA

Oleh: Laksita Utama Suhud - Businesswizards.biz

Anda pasti sudah tidak asing begitu mendengar kata HONDA. Sebuah merk Jepang yang merajai industri otomotif mulai dari motor sampai dengan mobil. Sebuah merek yang sangat identik dengan produk kendaraan bermotor yang selain tangguh, tetapi juga irit bahan bakarnya. Tetapi tahukah Anda, bahwa perusahaan ini dibangun oleh pemiliknya hanya berbekal tekad baja dalam menghadapi segala macam ketidak sempurnaan yang dia miliki dan serangkaian kegagalan demi kegagalan yang harus dia lewati. ?
Merk Honda berasal dari nama pendirinya SOICHIRO HONDA. Seorang pebisnis yang sangat layak menyandang predikat bapak motivasi bisnis dunia menurut saya pribadi. Betapa tidak. Honda membuktikan apa yang dikatakan oleh Vincent T. Lombardi “Gagal dan suksesnya seseorang bukan ditentukan oleh kurangnya kemampuan ataupun kurangnya pengetahuan. Tetapi gagal dan suksesnya seseorang sangat ditentukan oleh kurangnya KEMAUAN”. Dan itulah HONDA.
HONDA bukanlah seseorang dengan prestasi akademik yang luar biasa. Duduknya di deretan bangku belakang setiap kali belajar disekolah, saking mindernya dia terhadap gurunya akibat prestasi belajarnya yang sangat jelek. Hal ini tentu saja membuat HONDA tidak pernah mendapat perhatian dari para gurunya. Setiap kali gurunya menerangkan pelajaran di kelasnya, pikiran HONDA malah asyik melamun kemana-mana tentang cara kerja mesin-mesin yang pernah dia lihat. Hal ini tentu saja sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang membesarkannya.
Honda adalah seorang anak pemilik bengkel reparasi alat-alat pertanian di desanya di daerah KAMYO di sebuah kecamatan kecil bernama Shizuko, Jepang. Kecintaannya terhadap mesin dimulai pada saat Ayahnya menghadiahkan CATUT buat mencongkel paku kepada HONDA. Sebagai anak pemilik bengkel, diesel penggerak  mesin penggilingan padi menjadi mesin favorit yang menjadi pusat perhatiannya di usia muda. HONDA bisa menghabiskan waktu berjam-jam mengamati cara kerja mesin tersebut.
Bahkan diusianya yang baru 8 tahun. HONDA mengayu sepedanya sampai 8 mil dari rumahnya menuju lapangan terbang di kotanya hanya untuk melihat bagaimana pesawat terbang lepas landas atau mendarat. Bakatnya dibidang mesin sudah terlihat sejak dia masih muda. Pada usia 12 tahun, Honda sudah berhasil menemukan rem sepeda dengan model di injak.
Fisiknya yang lemah, penampilannya yang jelek, prestasi akademik yang pas-pasan, terlahir dari keluarga miskin. Membuatnya sangat rendah diri. Dan seperti halnya anak-anak dari keluarga miskin. HONDA bekerja di usia yang sangat muda. Dia bekerja di Hart Shokai Company pada umur 15 tahun. Kecintaannya pada mesin membuat boss-nya sangat puas dengan hasil pekerjaannya yang sangat teliti. Ditangan HONDA, tidak pernah terdengar suara yang aneh di mesin-mesin mereka maupun olie yang bocor. Dan tentu saja, 6 tahun bekerja disana membuat HONDA semakin jagoan dengan seluk beluk permesinan diesel.
Pada saat boss-nya membuka cabang di Hamamatsu, Honda pun dipindahkan kesana. Dimana prestasi kerjanya yang sangat bagus membuat anak cabang perusahaan tersebut berkembang melebihi para pesaingnya. Betapa tidak, semua kerusakan yang tidak mungkin dikerjakan oleh bengkel pesaing dari Hart Shokai, selalu berhasil di perbaiki oleh HONDA untuk perusahaannya tersebut. Bahkan tidak jarang, HONDA bekerja sampai larut malam. Hanya sekedar untuk meluangkan waktu lebih banyak lagi dengan mesin. Mungkin HONDA tidak bagus prestasi akademisnya. Tetapi di Mesin, boleh jadi dia sangat jenius. Nah, Kalau Anda melihat roda mobil ataupun motor ada ruji penyanggah dari baja. Itulah penemuan HONDA yang dipatenkan pertama kali. Gara-gara ruji dari  logam yang dia ciptakan tersebut, Hart Shokai mengexport banyak sekali jeruji penyanggah roda ke seluruh dunia.
Melihat kesuksesan dari ruji tersebut, HONDA melepaskan diri dari Bossnya dan mendirikan sendiri bengkelnya, dan mulai berpikir. Spesialisasi apa yang akan di pilih untuk menjalankan bengkelnya tersebut. Melihat TOYOTA yang sedang tumbuh luar biasa, HONDA berpikir untuk bisa memasok TOYOTA dengan sparepart ciptaannya. Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston yang dia kembangkan pada tahun 1938. Tetapi sayang, karya tersebut ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar yang digunakan oleh TOYOTA. Menurut TOYOTA, piston ring tersebut tidak cukup lentur. Rekan-rekan yang bekerja dibengkelnyapun juga kecewa dan keluar meninggalkannya..

Kuliah Lagi

Walaupun sempat sakit karena shock dengan penolakan tersebut, HONDA tidak menyerah. Dia kuliah khusus di bidang mesin dan terus mencari dan menyempurnakan  design piston ringnya. Tetapi dengan kesibukannya di bengkel, tetap saja kuliahnya tidak bisa maksimal dan akhirnya dikeluarkan dari kampusnya karena jarang masuk kuliah.
Berkat kerja kerasnya siang malam dalam menyempurnakan design piston ringnya. Pihak Toyota akhirnya menerima design tersebut dan memberinya kontrak untuk memproduksinya. Dengan kontrak itu, Honda akhirnya mulai mendirikan pabriknya yang pertama. Tetapi sekali lagi keberuntungan masih belum berpihak kepada HONDA. Jepang terlibat dalam perang ASIA TIMUR raya. Dan pemerintah tidak memberikan pinjaman kepada HONDA untuk membangun pabriknya. Tidak menyerah dengan hla tersebut, HONDA menggandeng investor untuk membangun pabriknya. Tetapi belum selesai pabriknya siap untuk beroperasi, pabriknya luluh lantak karena dibom sekutu 2 kali.
Tetapi bukan HONDA kalau akhirnya dia menyerah. Setelah Jepang kalah perang, dan dikuasai Amerika. Honda tidak kehabisan akal. Dia memulung drum-drum sisa bahan bakar tentara sekutu dan menggunakannya untuk membangun pabriknya. Dalam biographynya Honda menyebut drum-drum tersebut sebagai hadiah dari Trumman untuk menyelesaikan pabriknya.
Belum sempat pabriknya berdiri sempurna dan beroperasi. Kembali bangunan tersebut rata dengan tanah akibat gempa bumi yang sering melanda jepang. Sehingga HONDA tidak mampu lagi bertahan untuk meneruskan ide pabriknya selain menjual konsep PISTON RING-nya kepada TOYOTA.

Motor Honda, Blessing In Disguise

Dari sisa uang penjualan konsepnya kepada TOYOTA, HONDA mencoba bertahan dari semua tekanan hidup yang ada. Embargo ekonomi oleh Sekutu kepad Jepang sebagai dampak kekalahannya membuat bahan bakar menjadi sangat mahal dan terbatas pasokannya. Hampir semua mobil di jepang lumpuh karena tidak memiliki bahan bakar yang cukup untuk menggerakkannya.
Sepeda pancal bermotor HONDA yang menjadi kunci kesuksesan HONDADan demi untuk membeli kebutuhan pokok bagi keluarganya di musim dingin yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Honda membuat motor kecil yang ditempelkan di sepeda pancalnya, sehingga dia bisa dengan leluasa melintasi kota untuk membeli kebutuhan makanan bagi keluarganya. Dan inilah cikal bakal lahirnya motor HONDA. Melihat betapa efisiennya kendaraan tersebut. Banyak tetangga HONDA yang akhirnya memesan sepeda bermotor itu sehingga HONDA akhirnya kehabisan stock sepeda pancal dan mesin yang bisa dia tempel di atasnya.
Honda Supercup : Milestone bagi Soichiro Honda untuk menduniaDari banyaknya permintaan pasar inilah, akhirnya HONDA mendirikan pabrik sepeda motor pertamanya dan menerbitkan seri motor HONDA pertama SUPERCUP yang sangat diminati di seluruh dunia. Dan sejak saat itu, tidak ada lagi kata gagal dalam genggaman HONDA.
Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan yang dia dapatkan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya yang hanya satu persen. Tapi, mereka umumnya tidak melihat 99% kegagalan saya sebelumnya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.
HONDA telah memberikan sebuah pelajaran bagi kita semua. Miskin, jelek, tidak pintar di sekolah, bukanlah halangan untuk meraih apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Selama ada kemauan, maka tidak akan ada lagi yang sanggup menghalangi kita untuk sukses. Kalau HONDA sudah memberikan contoh seperti ini. Apakah Anda tetap akan menjalani hidup Anda secara biasa-biasa lagi ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar