Selasa, 30 Juli 2013

Bosan Jadi Karyawan – Transformasi Menjadi Business Owner

Masih jadi karyawan ? pasti anda mengalami juga yang namanya 7P; Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan. Penghasilan Cuma pas untuk hidup sehari-hari malah lebih banyak kurang, dan harus gali lobang sana sini untuk menutupi kekurangannya.

Jika masih memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha, setidaknya cobalah membuat usaha yang sifatnya masih sampingan. Jangan membuat keputusan untuk keluar dari pekerjaan utama, sebelum usaha sampingan anda benar-benar memberikan kontribusi penghasilan yang lebih besar dari penghasilan sebagai karyawan. Jadilah ampibi terlebih dahulu, yang hidup di dua alam. Alam karyawan dan alam entrepreneur.

Penghasilan sebagai karyawan dapat menopang modal kerja usaha sampingan anda, sebelum usaha itu dapat menghidupi dirinya sendiri. Kesulitan yang dialami oleh seorang ampibi adalah masalah pembagian waktu untuk usaha tersebut. Seorang ampibi harus rela menambah jam kerjanya diluar jam kantor untuk melakukan kegiatan operasional usaha pada awal-awal usaha. Bahkan harus rela untuk mengorbankan hari libur demi membangun dan mengembangkan usaha. Penambahan jam kerja ini mungkin tidak akan menjadi masalah bagi anda yang masih berstatus bujangan. Tetapi bagi yang sudah berkeluarga, maka diperlukan adanya komunikasi dengan pasangan dan anak-anak untuk bisa memahami kegiatan kita yang banyak menghabiskan waktu terutama waktu untuk keluarga. Minta dukungan dari pasangan anda atas aktifitas usaha sampingan ini, berikan pemahaman bahwa jika usaha sampingan ini bisa maju dan berkembang menjadi sebuah perusahaan besar, anda akan membayar utang waktu untuk keluarga anda dengan liburan panjang (kalau perlu keliling dunia).

Berkomitmen lah pada usaha anda walau sifatnya masih sampingan, fokuslah pada tiga bulan pertamanya. Karena tiga bulan pertama itu sangat penting bagi semua bisnis yang baru dibangun. Pada tiga bulan pertama itulah pondasi bisnis dibangun dan diuji cobakan (trial error). Jika bisa melewati tiga bulan pertama ini dengan baik, dalam arti mendapatkan penjualan yang cukup dan mampu mengatasi masalah-masalah bisnis yang timbul. Maka bulan-bulan berikutnya adalah tahap pengembangan perusahaan. Pengembangan usaha sebaiknya lebih difokuskan pada kegiatan pemasaran dan penjualan. Perbesar list cutomer anda dan lakukan apapun yang harus dilakukan untuk meningkatkan penjualan secara bertahap. Dan secara perlahan tingkatkan kualitas produk  serta membenahi sistem bisnis.
 
Biasanya pada akhir tahun pertama, bisnis sudah mulai mampu menghidupi dirinya sendiri tanpa tambahan modal lagi. Pada tahun kedua sudah mulai bisa memberikan keuntungan dan membayar hutang-hutang usaha. Pada tahun ketiga, usaha mulai maju dan memberikan keuntungan yang lumayan. Pada tahun keempat, usaha sudah bisa menduplikasikan dirinya dengan mendirikan banyak cabang. Tahun kelima dan keenam diharapkan sudah memberikan kontribusi passive income yang besar untuk anda. Pada tahun ketujuh, anda sudah mendapati diri dalam keadaan ‘financial freedom’. Mimpi yang indah bukan? Ya, semua kesuksesan berawal dari mimpi.



Credit: Ayo-Wirausaha.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar