Selasa, 25 Mei 2010

Tumbuhkan Rasa Cinta Terhadap Pekerjaan

Penulis : Soegianto Hartono


Sudah pasti Anda akan bekerja keras untuk meraih apa yang anda inginkan, khususnya untuk menggapai kenaikan gaji, kenaikan pangkat, dan kenaikan jabatan. Tetapi apakah Anda bekerja dengan perasaan senang atau sebaliknya penuh dengan kejengkelan, kemarahan, atau kebosanan?

Bila Anda lebih banyak merasakan kebosanan, kejengkelan, kemarahan, dan memiliki perasaan terpaksa... maka Anda akan lebih banyak mengalami kesulitan dalam bekerja. Padahal, sukses mencapai apa yang Anda inginkan adalah mengalami lebih banyak perasaan baik, menyenangkan, termotivasi, dan menggairahkan.

Berikut ini adalah kutipan pernyataan Albert Schweitzer: "Sukses bukanlah kunci menuju kebahagiaan. Kebahagiaanlah kunci menuju sukses!" Maka, jika mencintai pekerjaan Anda, kesuksesan akan bisa diraih.

Perasaan tidak nyaman yang Anda alami ketika bekerja tentu ada penyebabnya.

1) Mungkin Anda kurang mampu mengelola pekerjaan karena tidak memiliki prioritas dalam menentukan pekerjaan yang mana yang harus didahulukan, sehingga Anda berpikir seluruh pekerjaan harus dikerjakan bersamaan. Ini akan membuat Anda merasa kewalahan dan menjadi stres. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya Anda mulai membuat prioritas terhadap pekerjaan Anda, dan lakukan satu persatu sesuai prioritasnya. Jika bisa lakukan ini, Anda akan bisa memfokuskan diri dengan baik kepada setiap pekerjaan, sehingga merasa nyaman dan bisa menikmati setiap momen yang Anda sedang lakukan. Anda tidak perlu lagi tergesa-gesa dan merasa cemas. Sebaliknya, Anda akan bisa bersenang-senang sambil mengerjakan pekerjaan. Nah ketika merasa senang, fokus Anda kepada pekerjaan akan semakin tajam, dan hasil pekerjaan Anda akan semakin baik.

Teman-teman, kita semua tentunya perlu menghasilkan kualitas kerja yang baik bahkan "lebih baik", karena hasil kerja Anda inilah yang akan dihargai oleh orang lain. Dan kesuksesan Anda terletak pada seberapa besar Anda memberikan kualitas terbaik dari diri sendiri.

2) Kemalasan dan sikap menunda-nunda. Menunda pekerjaan sampai target date tiba barulah Anda mengerjakannya. Sikap ini mengarahkan Anda untuk bekerja 'asal jadi' saja, karena tidak mungkin Anda mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Tentunya sikap ini akan membuat Anda kewalahan dan stres juga.

Di balik sikap kemalasan dan menunda-nunda ini, sebetulnya secara tidak disadari, sebenarnya Anda tidak menyukai pekerjaan Anda itu. Bila ini yang dialami, coba periksa kembali dan tanyakan pada diri sendiri, "Apakah ini pekerjaan yang saya sukai?" Bila jawabannya "TIDAK", Anda merasa terpaksa bekerja. Sebaiknya Anda pertimbangkan lagi untuk beralih pekerjaan kepada pekerjaan lain yang lebih Anda minati. Keterpaksaan tidak akan membuat diri Anda nyaman dalam bekerja, demikian juga dalam kondisi terpaksa anda tidak akan mengeluarkan semua potensi terbaik yang ada. Yang pasti dalam keadaan terpaksa, Anda tidak bisa menikmati momen-momen ketika sedang bekerja. Anda tidak bisa bergembira ketika sedang bekerja karena diri sendiri "menolak" mengerjakan pekerjaan tersebut.

Hasilnya, kualitas output yang Anda hasilkan akan rendah. Anda akan sulit untuk mencapai apa yang Anda inginkan, seperti kenaikan gaji, kenaikan pangkat, atau kenaikan jabatan.

Pada dasarnya, kunci keberhasilan itu terletak pada bagaimana mencintai pekerjaan Anda, di mana Anda menikmati apa yang sedang Anda kerjakan, dan Anda bisa bergembira dan bersenang-senang ketika sedang bekerja. Ini pasti menghasilkan suatu output yang luar biasa, yang bernilai tambah dan memuaskan bagi orang lain. Ciptakan dan nikmati kesenangan ketika Anda sedang bekerja.

Salam bahagia dan sejahtera!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar