Selasa, 23 April 2013

Earn – Save – Spend, Kebiasaan Orang Kaya

Oleh: Roni Yuzirman - UKMSukses.com


Kebiasaan akan membentuk karakter kita. Setuju? Harus setuju. Soalnya kata-kata ini saya dapat dari Stephen Covey. Kalau nggak setuju, silakan protes ke Covey.

Saya nggak mau ngomongin soal Stephen Covey. Justru saya mau sharing mengenai kebiasaan orang kaya yang saya dapat dari buku yang lagi getol saya baca saat ini; Secrets of Self-Made Millionaire dari Adam Khoo.

Sebenarnya kebiasaan ini sudah sering diulas oleh Robert Kiyosaki. Tapi Adam Khoo membahasnya lagi dengan lebih jelas dan enak dibaca. Straight to the point, nggak berputar-putar dan membingungkan seperti Kiyosaki.

Jadi, orang kaya itu menghabiskan uangnya (spend) dari penghasilan yang diperolehnya dari investasi atau savingnya, bukan dari penghasilan bulanan. Ini jelas beda dengan kebanyakan orang kelas menengah atau golongan miskin.

Golongan miskin, jelas tidak punya pilihan. Setelah earn, langsung spend untuk kebutuhan sehari-harinya. Tidak ada peluang baginya untuk investasi atau pun saving. Mereka hidup untuk survival aja. Tidak punya pilihan.

Golongan menengah, seperti kebanyakan kita punya kebiasaan earn – spend – save. Memang ada saving,tapi itu cuma sedikit, setelah dipotong habis oleh spend-nya yang besar. Jadi, sama aja. Dia nggak ke mana-mana. Berputar-putar di situ-situ aja, seperti rat-race yang diistilahkan Kiyosaki. Nah, kebanyakan dari golongan ini berupaya keras untuk menambah penghasilannya. Tebak, apa yang mereka lakukan? Ya, bekerja lebih keras, lembur, cari sampingan. Tapi, tetap aja, kalau kebiasaannya masih seperti itu, ya tetap ada nggak keluar dari rat race.

Orang kaya punya kebiasaan yang jauh berbeda dibandingkan dua gologan yang saya sebutkan di atas. Orang kaya tidak menghabiskan uang yang baru didapatnya. Mereka memilih untuk memutarkannya dulu sebagai investasi yang menghasilkan aset yang memberikan passive income baginya. Kemudian hasil passive income itulah yang di-spend. As simple as that. Makanya orang kaya makin kaya karena ini.

Saya yakin pembaca sudah banyak yang mengetahui konsep ini dari Robert Kiyosaki. Tapi, apakah hal ini sudah kita praktekkan? Itulah masalahnya. Tulisan ini sekaligus self-critic buat saya pribadi. Saya pun belum disiplin menerapkan hal ini. Maka dari itu, saya menuliskan ini sekaligus untuk diri saya pribadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar