Jumat, 19 April 2013

Usaha Sampingan: Antar Jemput Anak Sekolah

Pagi hari, peluang apa yang bisa dilakukan karena kita punya aset mobil?

Sekedar berbagi ide.

Setiap tahun ajaran baru, orang tua sibuk memilih sekolah dengan kelebihan dan fasilitas yang dijanjikan, seperti layanan antar jemput sekolah. Kondisi ini membuka peluang bisnis bagi kita. Selain menguntungkan, bisnis ini mudah pengelolaannya, hanya dibutuhkan merawat mobil dan waktu yang cukup dua kali sehari yaitu berangkat dan pulang sekolah.

Waktu yang kita butuhkan adalah pagi hari sebelum pukul tujuh dan siang hari sekitar pukul setengah dua. Bisa dikelola sendiri, tetapi jika tidak, kita bisa menyewa seorang supir.


Siapa Konsumennya?

Target konsumen kita adalah siswa sekolah dasar sampai sekolah menengah umum.

Bagaimana Memulainya?

Jika kita sudah mempunyai mobil dengan jenis yang bisa muat banyak orang, kita bisa segera memulai bisnis ini. Dan apabila belum mempunyainya, kita bisa membeli baik bekas maupun baru.
Dalam menawarkan jasa kita, bisa menggunakan cara brosur yang disebarkan pada orang tua murid. Untuk menemui mereka, gunakan waktu tertentu, seperti penerimaan rapor dan penerimaan siswa baru. Harga yang kita tawarkan bervariasi tergantung jarak rumah masing-masing anak dengan sekolah, yaitu antara Rp. 150 ribu sampai Rp. 350 ribu per bulannya.

Adakah Hambatannya?

Kendala yang mungkin terjadi adalah memuaskan keinginan anak-anak pemakai jasa kita. Kalau kita atau supir yang kita gunakan kurang disukai anak-anak tersebut, bisa jadi mereka menginginkan jasa lain atau diantar sendiri oleh orang tua mereka.

Untuk mempermudah target pasar, kita bisa mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan pihak sekolah. Syarat yang diberikan pihak sekolah biasanya tidak sulit . Cukup mempunyai mobil sendiri, mengisi formulir dan membayar fee per anak sekitar 2,5 % sampai 5 %. Untuk hal ini, pengelolaan dikoordinir oleh pihak sekolah untuk dibagi sesuai jumlah armada.

Tidak bisa kita lupakan adalah pelayanan kepada anak-anak pengguna jasa kita tersebut. Di antara yang bisa kita berikan adalah komunikasi yang baik, kebersihan mobil dan perawatannya, serta wewangian dan musik khas anak.

Jika pihak sekolah masih memerlukan armada lagi, kita harus menambah mobil kita dan menawarkan kembali kepada sekolah. Mendapat mobil ini bisa dengan cara kredit atau tunai, tergantung kondisi keuangan kita.


Credit: KampungWirausaha.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar