Selasa, 23 April 2013

Jadi Investor

Oleh: Try Atmojo - UKMSukses.com


“Investor” sebutan yang keren, ya. Mungkin hampir sebagian orang sebetulnya adalah investor. Kita nabung di bank pada hakekatnya adalah investor. Cuma investasi tipe ini sangat kecil return-nya. Rata-rata hanya 3% per tahun, selalu kalah tergerus oleh inflasi yang rata-rata 6 % (y.o.y)

Lalu apa sih yang mesti kita tahu untuk menjadi investor ? Banyak teman saya yang sampai saat ini sudah kapok dan alergi kalau mendengar kata-kata “ investasi “ disebabkan beberapa pengalaman mereka yang tergiur dengan janji2 muluk imbal hasilnya tau-tau malah habis uangnya.

Tapi ada juga teman yang selalu bersemangat jika diajak diskusi atau ada tawaran untuk berinvestasi, karena mereka sudah tahu mana investasi yang aman, dan mana yang “bodong.”

1. Tetapkan tujuan investasi
Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, pastikan dulu apa sebetulnya TUJUAN UTAMA kita untuk investasi. Jangan hanya ikut-ikutan. Pada umumnya tujuan kita berinvestasi adalah untuk:
  • Persiapan masa tua
    Biasanya makin tua usia, makin tidak produktif dan semakin besar cost untuk menjaga kesehatan. Masih mending kalau yang mempunyai tunjangan pensiun. Lha kalau wiraswasta? Berarti kita harus persiapkan sendiri rencana dana pensiunnya.
  • Meningkatkan pendapatan
    Mengembang-biakkan dana untuk berbagai kebutuhan atau mem-back up kebutuhan dan perkembangan bisnis.
  • Persiapan dana pendidikan
    Dana pendidikan terus mengalami kenaikan seiring dengan besarnya inflasi. Kita mesti jeli menghitung “present value” dengan “future value.” Bahkan kalau dihitung-hitung, dengan kita hidup di Indonesia, hampir sebagian besar pendapatan kita tersedot untuk : biaya kesehatan, pendidikan, biaya hidup.

2. Menentukan rencana investasi

Buat rencana bentuk investasi yang paling cocok buat Anda, dari mulai tujuan, target pencapaian serta resiko apa saja yang siap diambil. Semakin detail Anda merencanakan, akan semakin mudah untuk mengelolanya.

3. Tipe apa Anda ?
Setiap orang berbeda-beda dalam memilih investasi, apakah kita cenderung agresif, atau konvensional? Pilihan tersebut selalu terkait dengan besaran resiko yang siap kita hadapi, apabila terjadi sesuatu hal.

4. Menentukan produk investasi
Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi produk investasi apa yang akan digunakan dengan melihat potensi hasil dan resiko dari setiap produk investasi yang akan digunakan. Kumpulkan semua informasinya terlebih dahulu, pelajari dengan seksama produk investasi tersebut. Berhati-hatilah dalam memilih produk investasi, karena ini penting dalam kesuksesan investasi Anda.

5. Diversifikasi
Untuk mencapai berbagai tujuan investasi, investor membangun sebuah portofolio yang berisi berbagai produk investasi. Diversifikasi adalah kunci dalam menyusun portofolio agar hasil yang diperoleh maksimal namun memiliki resiko yang minimal. Jika ada produk investasi yang turun, harus ada produk investai lain yang naik. Berinvestasilah di berbagai jenis investasi dan banyak jangka waktu.

6. Mengelola portofolio
Keberhasilan dalam mengelola portofolio bukan dilihat dari hasil yang diperoleh, namun dari cara orang tersebut mengendalikan resiko. Jika portofolio yang telah disusun hasilnya bergeser dari tujuan awal, ubahlah isi portofolio Anda agar tetap konsisten dalam tujuan investasi. Pastikan Anda memiliki alasan yang tepat dalam melakukan penjualan atau pembelian.

Jika ada yang bertanya kapan saat yang tepat untuk memulai berinvestasi, jawabannya adalah sekarang.


Selamat datang Investor !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar